Waspada kejahatan dunia maya melalui media sosial!


Jaringan internet tak dapat dipungkiri lagi mengubah pola hidup banyak orang. Kebanyakan orang kini lebih memilih untuk selalu dekat dengan gadget mereka dan selalu terhubung dengan internet agar mereka bisa sewaktu-waktu mengakses dunia maya tersebut untuk berbagai keperluan, mulai dari yang remeh temeh seperti melihat update status FaceBook teman ketika tidak ada kerjaan atau mencari horoskop di website tertentu, hingga urusan penting seperti transaksi online untuk mengimpor barang dari luar negeri atau mengerjakan tugas dan kuis online yang sudah banyak diterapkan oleh universitas-universitas di banyak negara.

Dengan banyaknya jumlah pengguna dari seluruh pelosok dunia dan sangat beragamnya variasi kegiatan yang dapat dilakukan di dunia maya, muncul jugalah orang-orang jahat yang memanfaatkan kesempatan di dunia baru itu untuk mencari keuntungan atau kesenangan pribadi atau kelompok tanpa pandang bulu untuk targetnya.

Banyak sekali jenis ancaman yang datang dari internet yang sangat membahayakan keamanan diri seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung, namun salah satu ancaman besar yang menghantui kita adalah dari media atau jejaring sosial yang sering kita pakai. Mengapa? Karena di media itulah kita sering berkomunikasi dan menyebarkan informasi pribadi tanpa mempedulikan kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi jika informasi-informasi tersebut jatuh ke penjahat dunia maya.

Dari beberapa sumber*, ancaman-ancaman yang sering terjadi melalui media sosial adalah pencurian properti pribadi seperti foto dan video yang dalam tingkat terparahnya adalah pencurian identitas, dimana penjahat dunia maya mengambil sebanyak mungkin informasi dari profil seseorang kemudian menggunakannya untuk menyamar dibalik identitas seseorang tersebut untuk melakukan sesuatu yang buruk sehingga akhirnya orang tak bersalah yang digunakan identitasnya tersebut yang menjadi tersangka. Selain itu, dapat juga terjadi social engineering dimana penjahat dunia maya menipu seseorang untuk menggali data pribadinya, terutama untuk hal sensitif seperti password dan PIN.

Hal lain yang dapat terjadi di jejaring sosial selain exploitasi data adalah pencucian otak atau pemasukan pikiran-pikiran yang buruk yang kemudian mempengaruhi seseorang. Hal tersebut dapat berujung ke korban benar-benar dieksploitasi di dunia nyata. Yang satu ini cukup sering terjadi terutama kepada para remaja dan yang masih dibawah umur.

Suatu studi** menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari pengguna jaringan sosial berbagi informasi pribadi mengenai diri mereka sendiri secara online, membiarkan mereka menjadi target berbagai bahaya online. Penemuan utama dari laporan ini meliputi sebagai berikut:

• 25 persen rumah tangga dengan akun Facebook tidak menggunakan kontrol privasi situs atau tidak menyadarinya.
• 40 persen dari pengguna jaringan sosial menyebarkan tanggal lahir mereka terlihat publik, membuat mereka rentan untuk kejahatan pencurian identitas.
• 9 persen dari pengguna jaringan sosial berurusan dengan bentuk pelecehan dalam satu tahun terakhir (misalnya: malware, penipuan online, pencurian identitas atau pelecehan).

Suatu studi lainpun*** menunjukkan bahwa internet bisa menjadi tempat yang sangat berbahaya bagi orang-orang yang tidak waspada, terutama untuk anak dibawah umur.

Ancaman-ancaman tersebut sebenarnya dapat dihindari dengan selalu menerapkan hal-hal berikut ini:

1.  Selalu menghapus data pribadi seperti history dan cookie terutama ketika menggunakan komputer non pribadi. Data yang tersimpan di komputer tersebut dapat digunakan untuk mengetahui informasi-informasi temporer dari website yang dibuka dalam suatu sesi.
2. Sebisa mungkin gunakan koneksi yang bersifat pribadi atau terproteksi dengan password untuk terhubung dengan internet. Koneksi yang terproteksi dapat melindungi sesi koneksi ke internet kita dari ancaman hacker.
3. Jangan menyebarkan informasi-informasi yang bersifat pribadi seperti ulang tahun, keadaan pribadi yang tidak perlu disebarkan ke publik, karena informasi tersebut dapat jatuh ke tangan orang yang salah dan merugikan anda.
3. Selalu mengatur level privasi dan pengaturan di media-media sosial ke tingkatan yang aman. Kadang standar pengaturan yang disediakan jejaring sosial sekarang masih belum mementingkan privasi dan keamanan penggunanya.
4. Berhati-hati ketika ada yang meminta informasi-informasi pribadi, banyak kasus yang terjadi dimana pengguna media sosial tertipu untuk membeberkan identitas dan informasi pribadinya yang kemudian disalahgunakan oleh penipu.
5. Sebisa mungkin gunakan media sosial yang sudah menggunakan HTTPS ,HTTP yang sudah ditambahkan protokol  SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security) sehingga data yang diterima dan dikirim lebih aman.
6. Berhati hatilah dalam berteman, karena sering terjadi kasus seperti pencurian identitas, pencucian otak,penipuan, dan lain lain yang dilakukan oleh teman baru melalui suatu jejaring sosial.
7. Jangan pernah memberitahukan username dan password jejaring sosial yang anda guakan pada siapapun, termasuk orang-orang yang mengaku sebagai operator jaringan sosial tersebut.

Akhir kata, ancaman di dunia maya sebenarnya dapat kita atasi dengan menggunakan kemampuan kita sendiri. Dengan selalu mengerti ancaman-ancaman yang ada dan selalu berhati-hati dalam mengelola informasi pribadi untuk publik, kita dapat menghindari berbagai kejahatan di dunia maya dan mencegah kerugian yang dapat ditimbulkannya. Jadi, jaga diri anda di dunia maya!

*(http://id.wikipedia.org/wiki/Social_engineering_(keamanan) )

**(http://www.consumerreports.org/cro/magazine-archive/2010/june/electronics-computers/social-insecurity/overview/index.htm)

***(http://www.enough.org/inside.php?id=2uxkjwry8)

.

.

Referensi:
http://www.agilemodeling.com/artifacts/securityThreatModel.htm
http://www.nten.org/blog/2010/04/28/social-media-and-privacy-best-practices-managing-your-personal-and-professional-identities
http://www.consumerreports.org/cro/magazine-archive/2010/june/electronics-computers/social-insecurity/overview/index.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Social_engineering_(keamanan)
https://www.infosecisland.com/blogview/12693-Social-Media-Privacy-Implications-for-Teens.html
– 
http://www.businesswire.com/news/home/20110907006720/en/Damballa-Labs-Threat-Report-Analyzes-Internet-Crime
– 
https://www.privacyrights.org/fs/fs18-cyb.htm

4 Komentar

Filed under Dari Sekolah, Dunia maya, Ilmu umum, Internet dan media Elektronik, Opini, Penjelasan&Share, Racauan, Realita, Serius

4 responses to “Waspada kejahatan dunia maya melalui media sosial!

  1. Mesah Yoga K

    wuih saya cukup tertarik dengan pencucian otak lewat dunia maya tuh….
    benar juga tetap berhati-hati dalam men-share data-data pribadi harus diseleksi dulu apakah bisa menjadi ancaman atau tidak,,,

  2. saripudin

    Iya tuh kalo saya sering dapet link-link ga jelas di salah satu social media kaya facebook, katanya sih spam gitu. Kira2 bahaya ga ya kalo di klik?

  3. wah bagus nih ada data dan tips nya juga agar terhindar sangat berguna dimana media sosial sekarang berkembang dengan cepat

  4. Arvin Yardhika

    setuju g sama yang ini, uda ada banyak kasus2 tuh kayak cuma dari kenalan di facebook orang mau diajak ketemuan,sampe-sampe ada kasus anak yang diculik sama orang yang baru dia temuin,nice info

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s